Warung Bebas

Rabu, 15 Mei 2013

Cegah Bungkuk Sedari Muda


Memasuki usia kepala empat, orang mulai lebih memperhatikan kondisi tubuhnya. Misalnya saja Valencia Mieke Randa. Pendiri gerakan Blood for Life ini mengaku sedikit khawatir akan mengalami kifosis alias bungkuk saat tua nanti. Alasannya, ia tak menjalankan pola hidup sehat ketika masih berusia 20-30 tahun.


"Setelah menjalani kesibukan sekian lama, pada umur empat puluhan ini saya semacam baru tersadar, saya belum melakukan kegiatan yang tepat dalam menjaga kesehatan tulang," ujar Valencia dalam seminar yang diadakan Anlene, "Even Heroes Need a Hero", di Kota Casablanca, Jakarta, Kamis dua pekan lalu. "Apalagi saya berisiko osteoporosis," ia menambahkan.


Valencia tentu tak sendirian. "Sebelum memasuki usia tertentu, jarang yang memiliki kesadaran tentang penyakit tulang dan dampaknya," kata Head of Medical Sales Fonterra Brands, Muliaman Mansyur.


Salah satu penyakit tulang yang banyak diderita adalah kifosis atau tubuh bungkuk, dengan salah satu penyebabnya adalah osteoporosis. Menurut Siti Annisa Nuhonni, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Departemen Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kifosis bahkan bisa diderita oleh orang muda. "Ada yang berusia di bawah 40 tahun," katanya.


Kifosis merupakan bentuk kelainan yang terjadi pada tulang belakang. Ciri kifosis adalah bentuk punggung tidak normal, melengkung ke belakang, bahkan ada yang lebih dari 50 derajat. Penyebabnya beragam, misalnya kongenital atau masalah perkembangan, traumatik atau cedera pada tulang belakang, latrogenik atau efek dari sebuah tindakan medis, serta osteoporosis atau hilangnya kepadatan tulang yang berlangsung secara progresif.


Kifosis yang diderita orang muda pada umumnya terdiri dari tiga jenis berdasarkan penyebabnya. Pertama kifosis postural, yakni yang disebabkan postur tubuh yang buruk dan melemahnya otot serta ligamen di bagian belakang (otot paraspinous). Kifosis postural umumnya terjadi pada perempuan, dan gejalanya muncul pada saat memasuki usia remaja. Penderita penyakit ini memiliki gejala nyeri di bagian belakang, disertai bentuk punggung bungkuk.


Kedua, kifosis scheuermann, yakni kifosis akibat kelainan struktur tulang belakang. Kifosis scheuermann pada umumnya dapat berkembang menjadi skoliosis atau tulang belakang melengkung ke arah samping. Kifosis scheuermann biasanya terjadi di bagian leher (servikal), dada (torakal), maupun pinggang (lumbal). Gejala kifosis scheuermann juga muncul pada saat penderita memasuki usia remaja.


Ketiga, kifosis bawaan atau kifosis yang disebabkan oleh perkembangan tulang belakang yang tidak normal ketika masih di dalam rahim. Kifosis ini paling jarang terjadi. "Seorang ibu hamil yang kekurangan kalsium sebaiknya waspada terhadap kifosis bawaan ini," ujar Nuhonni.


Sedangkan kifosis yang disebabkan osteoporosis biasanya lebih banyak terjadi pada orang tua, dan kebanyakan perempuan. Tulang belakang yang rapuh dan lemah merupakan penyebab utama kifosis jenis ini.


Menurut Nuhonni, kifosis pada orang muda yang disebabkan kelainan postur, struktur tulang belakang, dan bawaan masih dapat dikembalikan ke posisi normal atau mendekati normal. Sedangkan yang diakibatkan osteoporosis hampir tidak mungkin dikembalikan.


Kifosis postural dan kifosis scheuermann biasanya dapat dipulihkan dengan terapi fisik yang memperkuat otot punggung dan memperbaiki postur tubuh. Penghilang rasa sakit dan obat anti-inflamasi juga dapat mengurangi gejala. Jika kifosis terus berkembang, penderita dapat menggunakan penyangga tulang. Dan bila lengkungannya semakin parah, disarankan operasi.


Untuk mencegah kifosis ini, kesadaran menjaga kesehatan tulang sudah harus tertanam sejak muda. Setidaknya, kenali gejala fisik awalnya. Caranya, sandarkan punggung ke tembok. Lalu, perhatikan jarak antara tulang tengkuk dan tembok. "Seseorang yang tidak memiliki gejala kifosis, antara tulang tengkuk dan tembok tidak ada jaraknya atau menempel," kata Nuhonni. Kalau diperkirakan ada gejala, konsultasikan dengan dokter. CHETA NILAWATY


Jaga Postur Tubuh


Kifosis atau tubuh bungkuk yang terjadi pada usia remaja dan dewasa biasanya disebabkan postur tubuh dan struktur tulang yang buruk. Karena itu ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegahnya, antara lain mengkonsumsi cukup kalsium, tidak mengkonsumsi kafein terlalu banyak, menjaga postur tubuh secara baik, serta berolahraga. Berikut cara menjaga postur tubuh:


1. Ketika diam berdiri, biarkan kaki terbuka selebar bahu, sehingga berat badan terdistribusi merata.


2. Tetap menjaga posisi dagu dengan cara melihat lurus ke depan. Jangan menunduk atau melihat ke bawah ketika berjalan.


3. Jaga bahu tetap tegak dalam satu garis lurus. Dengan menjaga bahu tetap tegak, otomatis tulang dada akan tertarik ke belakang dan terbuka.


4. Dorong tulang punggung dan panggul (pelvis) agak maju. Posisi ini menjaga tulang punggung tetap pada posisinya.


5. Biasakan menggunakan tas ransel, karena tas ransel dapat menarik otot bahu dan dada terbuka.

0 komentar em “Cegah Bungkuk Sedari Muda”

Posting Komentar

Popular Posts

 

NAUFAL AJALAH Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger